28 Maret 2009
Tips Berhotspot dengan Aman
1. Sebaiknya Komputer anda memunyai user dan passwrd ketika masuk ke Sistem Operasi
2. Jangan tertalu percaya dengan semua sinyal Hotspot yang diterima di laptop anda. Bisa juga Hotspot sebagi perangkat untuk menjebak. (Jangan langsung konek kecuali anda yankin, cari Informasi dulu..)
3. Jangan mengaktifkan file sharing folder laptop Anda jika Anda terhubung dengan jaringan publik, karena memungkinkan orang lain bisa mengakses folder yang Anda sharing
4. Matikan juga sharing printer Laptop Anda
5. Selalu mengaktifkan anti virus dengan update definisi terbaru
6. Jangan berikan username dan password Anda kepada orang lain
7. Akan lebih aman jika Hotspot memunyai autentikasi WEP/WPA/WPA2. (sebelum konek)
Merawat Komputer
2. Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.
3. Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.
4. Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
5. Tutup / close program yg tidak berguna Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
6. Install program antivirus dan update secara berkala Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.
7. Bersihkan Recycle Bin secara rutinSebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle BinAtau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.
8. Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitorKarena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9. Uninstall atau buang program yg tidak bergunaRuang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.
10. Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkalaSetidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.
11. Pasang kabel ground. Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.
Tips Mencegah Flash Disk, Hard Disk tertular virus
Banyak virus menular melalui script yang otomatis di-eksekusi Windows via file AUTORUN.INF. Sebagian besar virus/trojan yang menggunakan AUTORUN.INF sebagai vektor penyebaran akan matikutu.
Caranya sederhana:
1. Di root directory dari semua partisi dan flash disk mu, buat sebuah folder bernama AUTORUN.INF
2. Ubah atribut folder ini menjadi “Read Only” dan “Hidden”. Kalau perlu, “System” sekalian Selesai. Mengapa trik ini bisa jalan? Karena Windows tidak membolehkan pembuatan file yang bernama sama dengan nama folder. Selain itu, cara mendelete folder sangat berbeda dengan cara mendelete file. Sebagian besar virus/trojan yang menular menggunakan AUTORUN.INF tidak bisa menangani hal ini.
Jadi mustinya, metode ini menolong mencegah penularan. Langkah OPTIONAL (OPTIONAL) Biar lebih manjur lagi, ikutin tambahan langkah2 berikut:
1. Dalam folder AUTORUN.INF tersebut, buat 1 atau 2 file .txt
2. Rename file .txt tersebut, ganti filenamenya jadi mengandung 2-3 huruf CJK (Chinese-Japanese-Korea) Gunakan saja Character Map dengan font Arial Unicode atau MingLiU atau Batang atau Gulim atau Gungsuh atau… pokoknya font yang mengandung huruf CJK
Keberadaan file dalam folder tersebut menjamin folder tersebut tidak bisa dihapus. Huruf CJK akan mempersulit pembuat virus yang mengandalkan VBScript karena VBScript tidak support Unicode.
Tahap0:
1. Download dulu file SETFATR.ZIP dari situs ini:
http://www.programmersheaven.com
2. Buka SETFATR.ZIP, copy file SETFATR.EXE ke c:
Tahap I:
1. Start > Run > cmd
2. x: (x: adalah drive letter buat flash disk kamu)
3. md autorun.inf
4. cd autorun.inf
5. echo Jangan dihapus! > 1.txt
6. echo Jangan dihapus! > 2.txt
7. JANGAN ditutup Command Prompt nya,
lanjut ke Tahap II Tahap II:
1. Buka Character Map (ada di Accessories > System)
2. Pilih salah satu font CJK, seperti Arial Unicode, Batang, Gulim, Gungsuh, MingLiU, atau yang lainnya
3. Cari huruf CJK, double click
4. Cari huruf CJK lainnya, double click
5. Klik copy
6. Buka Windows Explorer (bukan Internet Explorer yah!)
7. Masuk ke flash disk kamu
8. Masuk ke folder autorun.inf
9. Klik pada 1.txt, tekan F2
10. Tekan Home
11. Tekan Ctrl-V
12. Tekan Enter
13. Kembali ke Character Map
14. Hapus kedua huruf CJK di kotak “Characters to Copy”
15. Pilih huruf CJK lain, double click
16. Pilih huruf CJK lain lagi, double click
17. Kembali ke Windows Explorer
18. Klik pada 2.txt, tekan F2
19. Tekan Home
20. Tekan Ctrl-V
21. Tekan Enter
22. TUTUP Windows Explorer nya
Tahap III:
1. Kembali ke Command Prompt
2. cd
3. c:setfatr autorun.inf RSH Hati-hati! RSH harus pakai huruf besar!
Nah, sekarang kalau dilihat dari Windows Explorer, kalau opsi “Hide protected system files” tidak dinyalakan, folder AUTORUN.INF juga tidak terlihat. Tapi bisa dicek keberadaannya:
Tahap Pengecekan:
• Copy file AUTORUN.INF ke root dari flash disk (CD-CD installer biasanya punya) — atau –
• Copy file apa saja ke root dari flash disk, lalu coba rename jadi autorun.inf Semestinya, proses pencopyan atau rename ini akan gagal, dengan pesan error.
Mengembalikan folder yang hilang akibat virus berekstensi .scr
Bukan rahasia lagi bila Microsoft Windows merupakan operating system (OS) yang sangat rentan terhadap serangan virus. tak ayal lagi banyak user yang senantiasa membentengi OS Windows-nya menggunakan anti virus yang senantiasa di update secara berkala. Namun, terkadang saat kita melakukan scaning pada komputer yang terinveksi, virus tersebut dapat kita hill atau di bersihkan, hanya saja folder yang terinveksi tersebut juga ikut hilang. gawatnya lagi kasus semacam ini terjadi tidak hanya pada local harddisck, tapi dapat terjadi pula pada removable disck, semisal portable harddisk, flash disk, ataupun memory card. biasanya jika terjadi kasus semacam ini, user akan mencoba mencari folder yang hilang tersebut dengan cara sebagai berikut:
- pada windows explorer masuk kedalam menu Tools , kemudian click pada sub menu folder option . untuk shortcut-nya dapat menggunakan ALT+T kemudian tekan tombol O .
- Masuk pada tab view dengan cara langsung meng-click atau menekan CLTR+TAB sebanyak satu kali untuk berpindah dari tab general ke tab view.
- Kemudian berikan chek list pada show hidden file and folder . lalu click OK .
Namun apabila telah mencoba seperti cara diatas tetapi folder yang sedang kita cari tetap tidak tampil, maka dapat disimpulkan komputer tersebut terinveksi virus yang berekstensi *.scr .
Cara kerja virus ini sangat sederhana, yaitu merubah setiap folder yang ada di komputer (baik local harddisck maupun removable disck) menjadi file applikasi dengan kapasitas yang digandakan sebesar 32 Kb. dan ketika coba di bersihkan (scaning) menggunakan antivirus dari salah satu vendor, virus tersebut dapat di hilangkan namun effect yang ditimbulkan dari proses scanning tersebut adalah folder-folder yang terserang virus ini menjadi hilang.
Sebenarnya folder tersebut tidak hilang, namun hanya disembunyikan saja (hidden). Folder yang hilang tersebut dapat kita kembalikan dengan menggunakan perintah attrib pada command prompt . Caranya sangat sederhana sekali, namun sebelum mengupas bagaimana cara mengembalikan Folder yang hilang tersebut, mari kita bahas sedikit tentang attribute ini.
Untuk melihat Properties attribute dapat dilakukan dengan beberapa cara. namun dalam kesempatan ini akan dijelaskan menggunakan command promt .
Command attribute bekerja pada DOS command prompt, memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah untuk men-set attribute dari suatu file apakah file tersebut akan diberi attribute antara lain:
- read-only file attribute
- Archive file attribute
- System File Attribut
- Hidden File Attribut
Adapun tahapan untuk mengembalikan folder yang hilang menggunakan command promt adalah sebagai berikut :
- Masuk kedalam menu Start kemudian pilih RUN .
- Maka akan terbuka jendela RUN, lalu ketikkan kata cmd kemudian tekan enter .
- Setelah jendela command promt terbuka, kemudian ketikan attrib /? Untuk mengetahui beberapa perintah pada properties attribute melalui command prompt.
- Selanjutnya pada prompt tersebut akan muncul sederatan kalimat yang menjelaskan tentang attribute seperti :
- Tanda (+) untuk sets an attribute.
- Tanda (– ) untuk Clears an attribute.
- Huruf R untuk read-only file attribute.
- Huruf A untuk Archive file attribute.
- Huruf S untuk System file attribute.
- Huruf H untuk Hidden file attribute.
- /S untuk proses penyamaan file di dalam folder sebelumnya dan semua subfolder yang ada di komputer.
- /D untuk proses yang akan dilakukan terhadap folder itu sendiri.
- Kembali kepembahasan awal, untuk kasus Folder yang hilang tersebut, maka perintah yang kita ketikkan pada command prompt ini adalah :
- Ketikkan C:> atau D:> atau drive tempat folder yang hilang , kemudian tekan enter .
- Kemudian ketikan attrib –s –h *.* /S /D
- Langkah terakhir adalah keluar dari jendela command promt kemudian refresh komputer, (shortcut F5 ).


